HUBUNGAN KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR REKAM MEDIS RAWAT INAP DENGAN MUTU DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA GORONTALO

  • Femiliyanty Paneo Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Stikes Bakti Nusantara Gorontalo
  • Moh Ichsan Arifin Antu Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Stikes Bakti Nusantara Gorontalo
  • Riska Ahmad Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Stikes Bakti Nusantara Gorontalo
Keywords: Kelengkapan Pengisian Formulir Rekam Medis Rawat Inap, Mutu Rekam Dokumen Medis

Abstract

Kelengkapan pengisian formulir rekam medis merupakan indikator penting dalam menentukan mutu dokumen rekam medis, karena berdampak langsung pada kesinambungan pelayanan pasien, klaim asuransi, dan akreditasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan pengisian formulir rekam medis rawat inap dengan mutu dokumen rekam medis di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple random sampling. Sampel ditentukan menggunakan rumus slovin sebanyak 341 formulir rekam medis rawat inap. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi formulir rekam medis rawat inap dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar formulir rekam medis rawat inap yang lengkap memiliki mutu yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kelengkapan pengisian formulir rekam medis rawat inap dengan mutu dokumen rekam medis (nilai p=0,000 dan koefisien korelasi 0,638). Kesimpulannya adalah bahwa kelengkapan pengisian formulir rekam medis rawat inap memiliki hubungan yang kuat terhadap mutu dokumen rekam medis. Semakin lengkap pengisian maka semakin baik mutu rekam medis. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan pengawasan terhadap pengisian formulir, melakukan sosialisasi atau pelatihan bagi tenaga medis, serta memastikan kepatuhan terhadap standar pengisian rekam medis demi menjaga mutu dan legalitas isi rekam medis.

References

[1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
[2] Idris H, Intan G. Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit: Pendekatan Quality Function Deployment (QFD). Makassar: Penerbit UNM; 2021.
[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
[4] Oktarina N, Anggunsuri U. Penegakan Hukum Pengadaan Obat sebagai Pemenuhan Hak Peserta BPJS Kesehatan di Indonesia. Unes Journal of Swara Justisia. 2024;7(4):1268–1282. https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i4.440
[5] Ramadhani D, Marlina L. Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS PBI dan Non-PBI terhadap Kualitas Pelayanan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. 2022;17(1):54–61.
[6] Tanjung IM, Nadapdap T, Muhammad I. Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Rawat Inap RS Imelda Pekerja Indonesia Medan. Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan. 2023;1(4):121–134.
[7] Maesaroh S, Fauziah NN, Putri IRR. Hospital Administration as Factors Associated with Patient Satisfaction: A Meta-Analysis. Journal of Health Policy and Management. 2022;7(3):227–334.
[8] Ivaafka S, Gusti TE. Peran Kepuasan Pasien sebagai Mediator dalam Hubungan Mutu Layanan dengan Loyalitas Pasien Non-PBI. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan. 2024;9(2):338–349.
[9] Widjaya, L., & Siswati, S. (2019). Model kuantitatif audit pendokumentasian terhadap kelengkapan rekam medis. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 7(1), 51. https://doi.org/10.33560/jmiki.v7i1.220.
[10] Siahaan, O. V. (2023). Hubungan kelengkapan pengisian rekam medis dengan mutu dokumen rekam medis di RS Grandmed Lubuk Pakam tahun 2023. Medistra Medical Journal (MMJ), 1(1), 15. https://doi.org/10.35451/mmj.v1i1.1947
[11] Khusnawati, T. (2021). Hubungan kelengkapan pengisian formulir rekam medis pasien umum dengan mutu rekam medis di UPTD Puskesmas Kebumen II. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 6055–6060. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/1911
[12] Herlina, Jusuf SFNT, Antu MIA. Analisis Perbedaan Mutu Pelayanan Kesehatan pada Pasien Rawat Inap dan Rawat Jalan Peserta JKN. Jurnal Internasional Ilmu Kedokteran dan Studi Penelitian Klinis. 2024;4(6):1004– 1007.
[13] Lestari D, et al. Peran Posyandu dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia. 2023;3(2):185–191. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.937
[14] Marbun R, Ariyanti R, Dea V. Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Pelayanan Gawat Darurat di Rumah Sakit. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan. 2022;6(1):108–115.
[15] Ridzkyanto RP. Gambaran Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional pada Kader di Kecamatan Mumbulsari. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala. 2020;4(1):1–6.
[16] Hidayati, M., & Dewi, R. M. (2019). Pengaruh kelengkapan formulir resume medis rawat inap terhadap mutu rekam medis di RSUD Kabupaten Sumedang. Jurnal INFOKES, 15(2), 1–23.
[17] Soraya, H. (2023). Audit Kuantitatif Pendokumentasian Rekam Medis. Malang: PT Literasi Nusantara Abadi Group.
[18] Anggiari, G. A. D., Suarjana, N., & Miswarihati, I. A. (2023). Analisis kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap terhadap mutu rekam medis di RSUD Sanjiwani Gianyar. Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi (JAKASAKTI), 2(2), 27–32. https://doi.org/10.36002/js.v2i2.2593
[19] Trianto, W. (2021). Analisis kepatuhan pengisian resume medis elektronik rawat inap KSM kesehatan anak guna menunjang kualitas rekam medis di RSU Dr. Hasan Sadikin Bandung. Politeknik TEDC Bandung, 1–8.
[20] Rudi, A. (2020). Pengaruh pengetahuan, sikap, dan keterampilan pengisi dokumen rekam medis terhadap kualitas rekam medis rawat jalan di puskesmas. Prodi Perekam dan Informasi Kesehatan, STIKes Kapuas Raya Sintang Indonesia.
Published
2026-05-22